Gugup
Saat sedang gugup atau cemas, sistem di otak akan memerintahkan bagian otak yaitu hipotalamus untuk mengeluarkan hormon corticotrophin releasing factor (CRF), selanjutnya hormon ini bisa memicu keluarnya hormon lain yaitu adrenocortocotrophin (ACTH). Hormon ini bisa masuk ke aliran darah menuju kelenjar ginjal untuk merangsang hormon cortisol agar melepaskan adrenalin.

Saat itu biasanya orang akan merasakan deg-degan, keringat dingin, gemetar bahkan sampai ingin pipis. Jika cortisol menyerang bagian otak yang menjadi pusat ingatan (hippocampus) maka bisa jadi saat gugup seseorang menjadi lupa dengan segala hal yang ada di otaknya.

“Setiap kebiasaan buruk adalah sesuatu yang sangat dihargai oleh orang tersebut, karena bisa membuat orang menjadi santai, rileks atau sedikit lebih tenang. Karena jika kebiasaan tersebut tidak dihargai, maka tak mungkin orang tersebut mau terus melakukannya,” ujar psikolog Carol Goldberg dari New York City, seperti dikutip dari Livescience, berikut beberapa kebiasaan buruk yang dilakukan orang untuk menutupi rasa gugupnya, yaitu:

1. Menggigit kuku.

Ini merupakan kebiasaan yang paling umum karena mempengaruhi sepertiga anak-anak, 44 persen remaja dan 19-29 persen orang dewasa. Kebiasaan ini biasanya diawali dari anak-anak atau karena mengikuti gaya orang lain.

2. Mengisap jempol.

Kebiasaan ini biasanya dilakukan oleh bayi yang memang memiliki dorongan untuk mengisap apapun. Kebiasaan ini bisa berlanjut hingga anak usia 2-4 tahun atau bahkan mungkin sampai remaja.
3. Makan berlebihan.

Orang yang makan terlalu banyak memiliki berbagai alasan termasuk untuk mengurangi kecemasan, frustasi atau kesepian. Alasan orang beralih ke makanan karena konsumsi makanan tertentu dapat meningkatkan rasa bahagia atau membuat orang menjadi tenang.

4. Merokok.
Kebiasaan ini bisa membuat orang kecanduan secara fisik yang membuat orang tergantung dengan nikotin. Zat tertentu menyebabkan perubahan senyawa kimia di otak yang menimbulkan perasaan tenang dan kesenangan tersendiri.

Tidak mudah memang untuk langsung mencapai hal tersebut, tapi cobalah untuk mengalihkan perhatian saat sedang gugup dengan hal lain seperti menarik napas atau minum air putih yang bisa membuat seseorang menjadi lebih tenang.

Kebiasaan buruk ini bisa berdampak pada kesehatan, seperti menggigit kuku dan mengisap jempol dapat menjadi sarana untuk memasukkan berbagai macam bakteri ke dalam mulut, makan berlebihan bisa memicu obesitas yang menjadi faktor risiko berbagai penyakit, sedangkan rokok mengandung berbagai macam zat yang diketahui bersifat karsiogenik.


by

Novak Djokovic won his fourth consecutive tournament Sunday, beating top-ranked Rafael Nadal 4-6, 6-3, 7-6 (4) in a gruelling final at the Sony Ericsson Open.

Djokovic has won 26 consecutive matches since December, and his record of 24-0 in 2011 is the best to begin a year since Ivan Lendl started 25-0 in 1986.

The No. 2-ranked Djokovic was pushed the distance by Nadal on a sunny, hot afternoon. They played for nearly 3½ hours, and it was Djokovic who looked fresher at the finish.

Djokovic beats Nadal to win Sony Ericsson Open
"It was such a close match," he said. "To win against the No. 1 player of the world in a tiebreak in the third set, it's just incredible."

He pulled a forehand winner crosscourt on the final point for his second Key Biscayne title. He also won in 2007.

Djokovic beat Nadal in the final at Indian Wells two weeks ago and is 8-0 against top-10 opponents this year. He's the first man to win Indian Wells and Key Biscayne back to back since Roger Federer in 2006.
"What he's doing is unbelievable," Nadal said. "First thing, he's very good; second thing, he's playing with big confidence. When you're winning, it's easier to keep winning."

As the victories mount, his popularity rises. Djokovic seemed to have at least half the record capacity crowd of 14,625 in his corner. Fans frequently chanted "No-le! No-le!" — his nickname. In response came chants of "Ra-fa! Ra-fa!"

The two finalists will keep the same rankings, even though Nadal hasn't won a tournament since Tokyo in October.

"It's the best four months in my life, but it's only the start of the season," Djokovic said. "It's a bit early to talk about getting that top spot in the rankings. Rafa is definitely the best player in the world now. If I want to have the No. 1 ranking, I need to play consistently well throughout the whole year."
Nadal fell to 0-3 in Key Biscayne finals.
"Maybe I was a little bit more nervous than other days," Nadal said, "maybe because I never won here, and this is the third chance."

Djokovic fell behind early in the match, losing his serve for the first time in the tournament. Twice he smashed his racket, but he gradually climbed back, despite Nadal's best efforts.

Both players misfired — they had 36 unforced errors apiece — but there were plenty of riveting rallies. One lasted 26 strokes; another ended with Djokovic tumbling near the net post after he flicked a lunging backhand crosscourt for a winner.

Then the heat began to take a toll. Djokovic panted after particularly long points, while a sweaty Nadal repeatedly toweled off his face, arms and even legs.

Both players held throughout the final set, and it finally swung Djokovic's way in the tiebreaker
"It was obvious that both of us were slowing down toward the end," Djokovic said. "In the tiebreak, it was really anybody's game. Until the last shot, I didn't know if I was going to win or not."

The fourth point proved pivotal. Djokovic put Nadal on the run, sending him left to right to left before finding an opening to hit a winner. The 15-shot rally left the crowd in a roar and Nadal hunched over in exhaustion.

Nadal double-faulted on the next point to fall behind 3-2. Djokovic won the next three points, as well.

"Nothing left in my body right now," Nadal said 90 minutes after the match. "I love these kind of matches."
With a smile he added, "For sure I love to win, not lose."



by


Film Never say Never Justin Bieber merupakan kisah nyata seorang anak dari kota kecil Stratford, Ontario. Kesuksesan yang fenomena dari internet menjadi seorang superstar dunia yang mencapai puncaknya dengan terjual habis tiket pertunjukannya di Madison Square yang terkenal.


Tidak banyak orang mendokumentasikan dirinya dan disebar secara luas yang berhasil, akan tetapi tidak halnya Justin Bieber. Bermula dari YouTube menjadi ikon globlal.


Kita pernah melihat film biografi dari Michael Jacson, dan mungkin saja King of  Pop selanjutnya jatuh pada Justin Bieber. Keduanya memulai dunia bisnis entertainment sejak kecil, dan keduanya mempunyai penggemar.


dokumenter ini mengikuti Justin Bieber dengan rekaman pertunjukan dari 2010 World Tour-nya. Ini juga termasuk adegan Bieber sewaktu kecil, yang direkam melalui handycam.


Sutradara Jon Chu telah berjanji untuk menceritakan kisah Bieber dengan “cara menarik, orisinal, baru, unik” dan itu muncul begitu saja sesuai sugesti dari judulnya “Never say Never” yang cocok pada masa-masa Juatin Bieber berjuang.

untuk download lagu Ost."Never Say Never"anda bisa download disini



by

Jogjakarta- Pemerintah Kulonprogo, Jogyakarta. Jawa Tengah menetapkan Kasus penyakit leptospirosis sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).


Hal ini karena di Kabupaten Kulonprogo Kasus penyakit leptospirosis terus meningkat, dalam kurun waktu tahun 2010-2011 saja sudah ada 188 kasus dan 19 orang di antaranya dinyatakan meninggal dunia.
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes), Lestaryono mengatakan, status KLB di keluarkan untuk mengantisipasi penyebaran dan langkah terpadu penanggulangannya

“Dengan penetapan ini, sudah diambil langkah terpadu untuk penanggulangan dan pencegahan,” kata Lestaryono. (05/04)

Leptospirosis adalah virus yang dibawa oleh tikus dan penularannya melalui urine tikus yang menempel pada perantara air ataupun tanah, namun di kulonprogo penyakit ini tergolong penyakit baru, Penyakit ini baru ditemukan di 2007 dengan tiga kasus. Begitu pula di 2008 dan 2009. Lonjakan baru terjadi pada 2010 dengan ditemukan 55 kasus, 8 orang di antaranya meninggal dunia. Sedangkan di tiga bulan awal 2011, sudah ada 133 kasus, dan 11 di antaranya meninggal.

Penyebaran virus ini sudah menyebar di 12 kecamatan yang terdapat di kabupaten Kulonprogo. Rata-rata korbannya adalah para petani karena keseharian mereka di sawah dimana tikus juga banyak berkembang biak di areal persawahan.

by


ShoutMix chat widget