VIVAnews - Cuaca panas dan terik mungkin membuat banyak orang jengkel dan merasa lelah. Semua orang pun mencari cara agar hawa panas berubah menjadi sejuk. Maka, tak jarang mereka memilih mencari tempat yang memiliki pendingin atau AC.

Namun, seperti kita tahu, sirkulasi udara yang ada dari pendingin atau AC belum tentu sehat. Bahkan, jika terlalu sering berada di tempat ber-AC bisa membuat kulit kering.

Jadi, apa yang bisa dilakukan untuk menanggulangi hawa panas tanpa pendingin? Anda bisa melakukan hal-hal berikut ini, seperti dikutip dari laman Modernmom.com. Selain bisa menurunkan tagihan listrik, tidak menggunakan AC juga bisa menghemat energi.

1. Tutup jendela

Membuka jendela di siang hari justru bisa membuat suasana rumah makin panas. Hal ini terjadi karena hawa panas masuk melalui jendela. Maka, lebih baik, tutup jendela di siang hari dan membuka jendela di malam hari jika udara dingin. Udara malam yang dingin bisa menyejukkan ruangan secara alami.

2. Menyantap makanan dingin

Pada hari panas, mengonsumsi makanan dingin atau mengandung air akan menurunkan suhu tubuh Anda. Semangkuk salad Israel (cincang tomat, cincang timun, bawang, minyak zaitun, lemon dan garam dan merica) adalah salah satu pilihan yang tepat. Untuk camilan, cobalah makan es krim atau menyeruput es sirup.

3. Berenang atau mandi air dingin

Aktivitas ini dijamin bisa segera menyejukkan Anda. Tapi, ada lagi solusi yang lebih cepat, yaitu, ambil es batu dan mengoleskannya pada bagian dalam pergelangan tangan Anda. Hal ini karena pembuluh darah sangat dekat dengan kulit di daerah tersebut. Anda pun akan merasakan kesejukan dalam sekejap.

4. Matikan Lampu

Bola lampu pijar tidak hanya menghasilkan banyak cahaya, tetapi banyak energi panas. Energi cahaya lampu menghasilkan rata-rata 75% energi panas. Pertimbangkan mengganti bola lampu Anda dengan tipe bola lampu yang hemat energi. Selain untuk mendinginkan ruangan, mematikan lampu yang tidak perlu juga bisa menghemat energi dan biaya.
 

Sumber:www.terselubung.blogspot.com
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Aksi atau permainan berjalan di atas bara api tanpa mengalami luka sudah sering kita lihat. Ada dugaan orang-orang yang melakukan itu menggunakan sihir karena tubuhnya tidak hangus berjalan di atas api.

Tapi ada penjelasan ilmiah kenapa seseorang bisa berjalan di atas bara api tanpa terbakar?

Yang pertama, kebanyakan aksi berjalan di atas api mengggunakan api yang berasal dari potongan kayu.
Potongan-potongan kayu ini terdiri dari banyak senyawa karbon, beberapa molekul organiknya mudah menguap termasuk menguapkan air.

Molekul organik ini akan mudah untuk menguap jika dipanaskan, karena panas yang dikeluarkan oleh api akan menguapkan semua senyawa organik volatil (mudah menguap) dan juga air. Sehingga yang didapatkan hanya senyawa karbon yang hampir murni dan karbon adalah merupakan salah satu unsur yang ringan.

Struktur dari karbon ringan merupakan penghantar panas yang buruk, sehingga dibutuhkan waktu yang relatif lama untuk mentransfer panas dari bara ke kulit seseorang.

Tapi jika bara yang dihasilkan berasal dari bahan logam, maka perpindahan panas akan terjadi dalam waktu seketika dan seseorang akan mendapatkan luka bakar parah.

Kedua, abu yang dihasilkan dari proses pembakaran juga bisa bertindak sebagai penghambat panas atau lapisan isolator, sehingga perpindahan panas ke kulit seseorang akan menjadi lebih lambat.


Bukan berarti tidak mungkin terbakar sama sekali, karena perpindahan panas masih bisa terjadi. Jika seseorang berdiri diam di atas bara selama beberapa waktu, maka orang tersebut pasti akan mendapatkan luka bakar yang cukup serius.

Namun jika seseorang membatasi kontak kulitnya dengan bara api misalnya dalam jangka waktu yang sangat singkat atau berjalan dengan cepat, maka kaki tidak akan mendapatkan panas yang cukup untuk membakar kulitnya.

Itulah kenapa aksi-aksi berjalan di atas api memang tidak membuat seseorang terbakar. Tapi memang tidak mudah melakukannya dan dibutuhkan keahlian tertentu.

Luka bakar sendiri akan terjadi jika tubuh terpapar oleh suatu zat yang bersuhu tinggi dan salah satu penyebab utama kecelakaan luka bakar adalah terpapar api.

Berdasarkan derajat kerusakan jaringan, maka luka bakar dibedakan menjadi 3 tipe, yaitu:
  • Luka bakar derajat 1, yakni kerusakan pada lapisan epidermis yang ditandai dengan bengkak ringan di daerah tersebut, kulit kemerahan dan luka lecet.
  • Luka bakar derajat 2, yakni kerusakan meliputi epidermis dan sebagian dermis (lapisan kulit yang lebih dalam), timbul rasa nyeri, infeksi dan terkadang dehidrasi.
  • Luka bakar derajat 3, yakni kerusakan meliputi seluruh lapisan dermis, mengenai lapisan otot dan tulang serta terjadi infeksi.
 
LONDON - Sebuah film Hollywood bertajuk '2012' telah menarik perhatian warga dunia. Pasalnya, sebuah ramalan yang beredar di internet pun menyatakan hal yang sama, bahwa dunia dan seluruh isinya akan berakhir pada tahun itu.

Bahkan, dilansir Big News Network, Rabu (11/11/2009), beberapa email yang menyebar di kalangan pengguna internet telah menuduh badan antariksa Amerika (NASA) menutup-nutupi kebenaran tentang kondisi planet bumi saat ini. Namun NASA telah membantah tuduhan ini dan menganggap berita tersebut hanya 'hoax'.

NASA sendiri sangat yakin jika kiamat belum akan terjadi pada tahun 2012. Pasalnya, jika prediksi yang mengatakan akan terjadi tabrakan antar bumi dengan planet lain di tata surya kita, pastinya para astronom dunia sudah bisa memprediksi puluhan tahun sebelumnya. Bahkan sebelum tabrakan terjadi, beberapa planet yang ada dan dekat dengan bumi sudah bisa terlihat dengan mata telanjang karena jaraknya yang semakin dekat dengan bumi.

"Para ilmuwan dan astronom dunia pasti akan menjawab hal yang sama, bahwa mereka belum melihat tanda-tanda akan terjadi kiamat pada tahun 2012," ujar pihak NASA. Lagipula, lanjut pihak NASA, planet bumi masih berada dalam kondisi baik-baik saja meski telah berumur lebih dari empat juta tahun.

Teori kiamat ini sempat menyeruak dan menyebutkan kiamat akan terjadi pada Mei 2003. Namun ketika teori tersebut tidak terbukti, penanggalan kiamat kemudian berubah menjadi 21 Desember 2012, bertepatan dengan peristiwa titik balik matahari yang terdapat dalam penanggalan kuno milik suku Maya. NASA pun tetap bersikeras bahwa penanggalan kuno suku Maya tersebut tidak berarti dunia akan berakhir pada tanggal tersebut. Bahkan NASA tidak mendeteksi adanya penjajaran planet di angkasa dalam puluhan tahun ke depan.

"Meskipun terjadi penjajaran planet di atas sana, seperti yang telah diramalkan, tetap saja efeknya masih bisa kita hindari," ujar pihak NASA.

ShoutMix chat widget